ARDYANSYAH MAULANA ALBAQI

MECHANICAL ENGINEERING & WELDING ENGINEERING

Eksplor
Inspirasiku13 Oktober 2026

Menjemput Impian dari deru Mesin: Kisah Guru yang Terinspirasi Guru

Pengalaman belajar di bengkel SMKN 6 Bandung menjadi titik awal inspirasi saya untuk menjadi guru Teknik Mesin. Sosok guru yang selalu memberikan instruksi dengan jelas dan terarah menyadarkan saya bahwa pendidik sejati adalah kompas yang memberikan rasa aman bagi siswanya saat praktik. Kini, melalui program PPG Prajabatan, saya berkomitmen meneruskan jejak tersebut dengan memadukan kejelasan instruksi dan budaya industri 3C (Care, Commitment, Consistent) guna membimbing generasi muda menemukan arah terbaik di dunia vokasi.

0 views· 0 tanggapan
Menjemput Impian dari deru Mesin: Kisah Guru yang Terinspirasi Guru

Suara deru mesin dan aroma khas logam di bengkel SMKN 6 Bandung selalu menjadi latar belakang dari titik awal perjalanan vokasional saya. Di sanalah saya pertama kali menemukan panggilan sejati untuk menjadi seorang pendidik, yang dipantik oleh satu sosok guru istimewa. Di tengah bisingnya aktivitas bengkel, beliau selalu tampil dengan metode pengajaran yang sangat membekas: setiap instruksinya disampaikan dengan sangat jelas, dan setiap tahapan praktik selalu terarah pada tujuan yang pasti. Kerumitan membaca gambar teknik atau mengoperasikan mesin menjadi sesuatu yang mudah dicerna karena beliau tahu persis bagaimana menuntun nalar siswanya langkah demi langkah tanpa membuat kami merasa tersesat.

Cara mengajar yang terstruktur dan terarah tersebut memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penguasaan kompetensi teknis. Saya menyadari bahwa seorang guru sejati tidak hanya berfungsi sebagai pemberi tugas, melainkan sebagai kompas yang memberikan rasa aman di lantai bengkel. Ketegasan yang diimbangi dengan kejelasan instruksi membuat para siswa tidak takut salah saat mencoba memutar eretan atau menyalakan busur las. Dedikasi beliau menanamkan sebuah tekad kuat di dalam diri saya: suatu hari nanti, saya ingin berdiri di posisi yang sama, mentransfer ilmu teknik mesin dengan tingkat kejelasan yang identik, dan memberikan arah yang pasti bagi anak-anak muda yang sedang mencari jati diri di dunia kejuruan.

Kini, nilai-nilai dari SMKN 6 Bandung tersebut menjadi fondasi utama saya dalam menempuh program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Saat merancang Project-Based Learning atau membimbing siswa mempraktikkan pengelasan, saya selalu bercermin pada standar "jelas dan terarah" yang dulu saya terima. Saya berusaha memadukan kejelasan instruksi tersebut dengan penanaman budaya industri 3C (Care, Commitment, Consistent) agar siswa memiliki panduan yang tegas namun tetap humanis. Menjadi guru Teknik Mesin bagi saya bukan sekadar mengejar karier, melainkan sebuah upaya untuk merawat dan meneruskan warisan kejelasan nalar yang dulu pernah menuntun saya menemukan arah terbaik di dunia pendidikan vokasi.

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.